Kritik Tari Yospan
KRITIK TARI
Kritik tari yospan dari papua
A. DESKRIPSI
Tari Yospan adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Papua. Tarian ini tergolong tarian pergaulan masyarakat yang bisa ditarikan oleh penari pria maupun penari wanita. Tari Yospan merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Papua, khususnya di daerah pesisir utara Papua. Tarian ini biasanya sering ditampilkan di berbagai acara, baik acara yang bersifat adat, penyambutan, maupun acara budaya.
B. ANALISIS
Gerakan tarian ini terinspirasi saat pesawat-pesawat bermesin jet mulai mendaratkan rodanya di Biak sekitar 1960 an saat terjadi konflik antara Kerajaan Belanda dengan Pemerintah Indonesia.Pada waktu itu, banyak pesawat-pesawat tempur MiG buatan Rusia yang dipacu oleh pilot-pilot Indonesia terbang di atas langit Biak tepatnya di atas Bandara Frans Kaisiepo sambil melakukan gerakan-gerakan aerobatik. Gerak tarian ini yaitu gerakan dasar yang penuh semangat, dinamik, dan menarik.Gerakannya dilakukan dengan cara berjalan sambil menari berkeliling lingkaran di iringi oleh musisi yang menyanyikan lagu asal daerah Papua.Gerakan yang terkenal dalam tarian ini adalah pancar gas yang merupakan representasi dari pesawat-pesawat yang melintas dan meninggalkan awan putih di langit,gale-gale, jef,pacul tiga,seka dan sebagainya.
Penari
Para penari di dalam tarian ini terdiri dari dua regu yaitu Regu Musisi dan Regu Penari.Regu musisi memainkan Tifa yang menjadi pengiring Regu penari yang jumlahnya terdiri dari 6 orang atau lebih.Tidak ada batasan baik dari segi jumlah penari maupun Gender, semua orang baik laki-laki,perempuan,tua ataupun muda boleh menarikan tarian ini.
Alat Musik
Alat musik yang digunakan selain Tifa, Gitar dan Ukulele, masih ada alat musik lain yang digunakan.[7]Ada alat musik yang berfungsi sebagai bas dengan tiga tali.[7] Talinya biasa dibuat dari lintingan serat sejenis daun pandan yang banyak ditemui di hutan-hutan daerah pesisir Papua.[7]Selain itu ada alat musik yang disebut Kalabasa.[7] Alat ini terbuat dari labu yang dikeringkan kemudian diisi dengan manik atau batu kecil.[7]Cara memainkan alat musik ini hanya dengan di goyang-goyangkan.
C. INTERPRETASI
Tarian yospan ini biasanya lebih difungsikan sebagai tarian yang bersifat hiburan dan sering menjadi bagian dari berbagai acara, baik acara adat, penyambutan dan acara budaya. Bagi masyarakat di sana, tarian ini dimaknai sebagai tarian pergaulan atau tarian persahabatan masyarakat, terutama bagi para pemuda dan pemudi. Hal tersebut juga terlihat dari gerakan dan ekspresi para penari yang terlihat akrab dan penuh keceriaan.
D. EVALUASI
Karena dikenal dengan nama Tarian Pergaulan maka Tari Yospan ini sering dibawakan pada acara Penyambutan tamu.[8] Yospan kemudian terkenal hingga ke tingkat nasional, terutama ketika Mayjen Wismoyo Arismunandar, sebagai Pangdam XVII/Trikora (1987-1989), menyosialisasikannya.[7] Saat itu hampir di setiap kegiatan Kodam XVII/Trikora diisi dengan Tari Yospan.[7]Hal tersebut kemudian menular ke hampir semua instansi pusat yang ada di Jayapura (dulu kantor wilayah).[7]Selain itu tarian ini juga sering ada pada acara adat papua seperti pernikahan dan peringatan Hari Nasional maupun Festival Budaya.[1][3],[2][4]
Komentar
Posting Komentar